Wednesday, 01 July 2015 12:57

Komisi A, C, Bag Perijinan Dan Kepolisian Berkaitan Usaha Heuleur Padi Keliling

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Komunitas grandong heuleur padi keliling di gedung DPRD kab Indramayu, mengungkapkan agar usaha yang mereka tekuni selama ini tidak diganggu karena regulasi

yang pernah mereka tuntut dan dijanjikan dirasakan hingga saat ini belum rampung rampung untuk diselesaikan komunitas grandong heler merasa adanya kecemburuan karena hanya mereka yang terkena operasi kepolisian sedang usaha odong – odong bisa berjalan tanpa gangguan dari pihak kepolisian bukan itu saja merekapun kecewa  karena mereka menganggap bahwa usaha mereka selalau diganggu sedang didaerah lain usaha yang sama dengan mereka  tidak pernah dihambat oleh aparat seperti yang diutarakan oleh perwakilan komunitas grandong heler pada  pada rapat dengar pendapat yang dipimpin dan dibuka oleh ketua komisi a didi mujahiri yang didampingi ketua komisi C sukma alam  yang dihadiri skpd bag perijinan penanaman modal dan kepolisian.

Usaha grandong heler padi adalah usaha ekonomi kreatif mandiri yang cukup dapat menyerap tenaga kerja cukup besar  namun dari regulasi  alat yang digunakan berupa kerangka mobil lama bekas yang dimodifikasi  menjadi kendala dalam usaha mereka  bukan hanya itu merekapun dianggap sebagai pesaing  bagi heler heler resmi yang ada  walaupun kenyataannya mereka banyak membantu petani  khususnya petani yang berada dipelosok pelosok.

Para pengusaha bukannya tidak ingin mengurus perijinan dan membayar pajak tapi mereka tidak tahu cara pengurusan perijinan, dan mereka berharap dalam berusaha mereka jangan diganggu dikarenakan selama ini belum adanya regulasi yang jelas akan keberadaan mereka, kalaupun mereka menghentikan usaha heuleur padi keliling mereka tidak ada pekerjaan untuk menghidupi keluarga.

Dalam dengar pendapat ini pihak kepolisian hanya mendengarkan dan mencatat apa yang terungkap pada rapat dengar pendapat tersebut yang akan disampaikan kepada jajaran pimpinan polres indramayu.

Sedangkan bagian perijinan mengungkapkan bahwa usaha mandiri masyarakat heuleur keliling belum ada regulasinya sehingga pihak pemerintah tidak dapat melindungi usaha mereka dikarenakan hingga saat ini belum adanya dasar untuk mengatur keberadaan usaha heuleur keliling
Dari bagian otonomi desa mengutarakan, bahwa kedepan didesalah akan di dorong usaha usaha kemasyarakatan dan pembangunan infrastruktur, yang akan menyerap banyak tenaga kerja didesa dengan akan dicairkannya dana yang cukup besar kesetiap desa, sehingga diharapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat desa.

Demikian juga banyak masukan yang diungkapkan anggota komisi a dan c untuk memberikan solusi dan jalan keluar mengenai usaha kreatif mandiri heulur padi keliling, dan selalu diingatkan bahwa legislatif atau DPRD kab Indramayu bukan sebagai pemberi keputusan, tapi sebagai kepanjangan lidah masyarakat penyampai aspirasi dan jembatan kepada pihak eksekutif, maka dengan adanya rapat dengar pendapat yang menghadirkan seluruh pihak yang terkait  dapat memberikan jalan keluar mengenai permasalahan usaha ekonomi kreatif mandiri heuleur padi keliling ini  maka dprd kab indramayu menyimpulkan hasil rapat dengar pendapat ini bahwa bagian perijinan , penanaman modal dan pihak kepolisian berkoordinasi untuk mendapat kepastian  serta kepada pihak kepolisian atau polres bisa memberi ruang kepada usaha ekonomi kreatif mandiri heuleur padi keliling yang berkaitan dengan usahanya untuk dapat berusaha sementara menunggu regulasi.

Read 4505 times