GUNUNG KIDUL MP. Jumat, 2/8/2019 Rombongan Kunker Bangang DPRD Kabupaten Indramayu melaksanakan Kunjungan Kerja (KUNKER) Ke Pemkab Gunung Kidul Daerah Istimeya Yogyakarta (DIY) yang di terima Bappeda Gunung Kidul, pada Kunjungan kerja tersebut di Pimpin Anggota Drs H Muhaemin, yang menyampaikan maksud tujuannya beserta anggota Bangang hadir di Bappeda Kabupaten Gunung Kidul DIY berkaitan dengan KUA dan PPAS Perubahan Kabupaten Indramayu Tahun 2019.

KUA PPAS Perubahan Kabupaten Gunungkidul Tahun 2019 telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jumlah anggaran pendapatan Pemkab Gunung Kidul diproyeksikan naik sebesar 69,5 miliar di tahun ini. Hal ini tertuang dalam Kebijakan Umum, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2019. Jumlah pendapatan pemkab yang tertuang di dalam APBD 2019 sebesar 2 Triliun Rupiah. Namun seiring perkembangan dalam penyusunan KUA-PPAS Perubahan APBD 2019, ada kenaikan plafon pendapatan di tahun ini menjadi 2,3 Triliun Rupiah denga PAD sebesar 230 Milyar, jumlah pendapatan Pemkab mengalami kenaikan karena dua faktor. Pertama, karena adanya kenaikan target pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 1 Milyar. Kedua, bertambahnya pendapatan karena adanya hibah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar 68 Milyar maka mengubah proyeksi pendapatan Pemkab tahun ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Kasubid Rencana Pembangunan Daerah BAPPEDA Gunung Kidul DIY Agus Sugiarto, S.IP, M.IP. yang menerima Kunjungan Kerja Banggang DPRD Kabupaten Indramayu ke Pemkab Gunung Kidul DIY.

Lebih lanjut mengungkapkan bahwa anggota Dewan sudah menetapkan agar pembahasan APBD Perubahan bisa diselesaikan sebelum pelantikan anggota DPRD hasil Pemilu 2019. Minggu pertama Agustus ini harus selesai. Sebab jika tidak, akan repot dan bayang-bayang kegagalan seperti tahun lalu [tidak ada APBD Perubahan] bisa terulang kembali di 2019. Jadi harus secapatnya dibahas.(Tim MP)


Komisi