BANDUNG (MP) Panitia Khusus I (Pansus I ) DPRD Kab.Indramayu yang sedang melakukan pembahasan permohonan persetujuan pembentukan calon daerah persiapan Kabupaten Indramayu barat. Pada Senin 4 Maret 2019 jam 9 pagi sampai dengan selesai, melakukan kunjungan konsultasi ke Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jawa Barat.

Dalam kunjungan konsultasi tersebut rombongan pansus I yang diketuai Drs.H.Muhaemin dan wakil ketua Pansus I, Bhisma Panji Dhewanthara, S.Si, APT diterima oleh jajaran biro Pemerintahan Setda Provinsi Jawa Barat yang diantaranya yakni Vina Yulani. Rombongan Pansus I itupun diterima diruang rapat Setda Provinsi Jawa Barat dan dilakukan dialog interaktif.

Dalam dialog itu, Pansus I menanyakan tentang bagaimana caranya agar daerah persiapan Kabupaten Indramayu barat dapat terwujud sebagaimana halnya Kabupaten Pangandaran. Selain itu ditanyakan pula tentang tata cara penentuan wilayah yang akan dijadikan ibu kota Kabupaten termasuk cakupan wilayah daerah persiapan Kabupaten Indramayu Barat.

Sementara itu pihak biro pemerintahan Provinsi Jawa Barat, mengatakan, keberhasilan Kabupaten Pangandaran termasuk Kota Banjar memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis diantaranya berkat kerja keras seluruh lapisan masyarakat, tokoh nasional, kalangan Legislatif daerah, Provinsi dan pusat serta atas kegigihan presidium yang mewadahi organisasi kemasyarakatan dalam memperjuangkan Pangandaran agar bisa menjadi Kabupaten sendiri dan terpisah dari Kabupaten Ciamis.

Berdirinya Kabupaten Pangandaran termasuk Kota Banjar dapat terwujud karena adanya keseriusan dan komitmen antara Bupati Ciamis serta pimpinan maupun anggota Legislatif setempat dengan seluruh lapisan masyarakat Pangandaran, termasuk kesepakatan terkait penentuan lokasi calon ibu kota Kabupaten Pangandaran. Dan hal lain yang tidak kalah pentingnya yakni sudah dibuatkannya kajian akademik oleh perguruan tinggi yang didalamnya termaktub pula kondisi alam lokasi calon ibu kota kabupaten. Sedangkan calon daerah persiapan Kabupaten Indramayu Barat hingga kini belum ada kajian akademik terbarunya. (Tim MP)


Komisi