JAWA TENGAH (MP) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu yang tergabung dalam Pansus 3 melakukan studi banding ke Pemkab Kudus, Kamis(28/02/19). Kedatangan Pansus 3 DPRD Kab. Indramayu untuk sharing dan mendapatkan referensi tentang retribusi jasa umum khususnya perubahan mengenai retribusi peparkiran.

Koordinator Pansus 3 DPRD Indramayu H. Kasan Basari, SH, mengatakan pansus 3 sedang membahas perubahan perda Kab. Indramayu Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum. Pansus 3 DPRD Kab. Indramayu ingin mengetahui implementasi pelaksanaan mengenai raperda retribusi jasa umum dan pelayanan perparkiran khususnya Parkir berrlangganan di Kabupaten Kudus Jawa Tengah.

Rombongan Pansus 3 DPRD Kab. Indramayu yang dipimpin Wakil Ketua DPRD H. Kasan Basari, SH didampingi Ketua Pansus 3 Ibnu Rismansyah dan Wakil Ketua Pansus 3, H. Ahmad Fathoni beserta anggota Pansus 3 DPRD Kab. Indramayu yang diterima oleh Assisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Kudus Drs. Agus Budi Satrio, MH. dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Drs. Abdul Khalil.

Drs. Abdul Halil menjelaskan bahwa Realisasi penerimaan daerah dari retribusi parkir di Kabupaten Kudus selama 2018 sangat rendah karena untuk parkir tepi jalan umum hanya terealisasi 30,94 persen dari target sebesar Rp2,46 miliar. Namun beberapa lokasi parkir khusus di Kabupaten Kudus ada yang diserahkan kepada pihak ketiga, seperti, Terminal Cargo, Pangkalan Truk Klaling, Matahari dan Ramayana Mall, pendapatannya diklaim mengalami tren kenaikan dibandingkan sebelumnya ketika masih dikelola pemda.

Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, rencananya ditahun 2019 ini akan menyerahkan pengelolaan parkir kepada pihak ketiga melalui lelang guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir. kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Drs. Abdul Halil, Ia mengungkapkan sudah memetakan lahan parkir di Kudus yang akan ditawarkan kepada pihak ketiga sebagai tahap uji coba. Total lahan parkir yang hendak dilelangkan kepada pihak ketiga, berjumlah 27 titik tempat parkir tepi jalan umum. Jumlah juru parkir di Kabupaten Kudus tercatat mencapai 240 juru parkir yang tersebar di berbagai jalan-jalan protokol di Kabupaten Kudus. Meskipun dilelangkan kepada pihak ketiga, ratusan juru parkir tersebut tetap akan dimanfaatkan tenaganya oleh pemenang lelang, dengan gaji sesuai UMK.

Keesokan harinya Jumat (01/03/2019) Pansus 3 DPRD, Bagian Hukum Sekda dan Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu mendapatkan referensi mengenai perparkiran berlangganan dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang M Khadik di ruang Komisi C Lantai 6 Kantor Pemerintahan Kota Semarang, yang rencananya akan diterapkan pada 1 November 2018 tetapi realitanya harus mulai diselenggarakan pada bulan Mei 2019.

Sistem parkir berlangganan dianggap sebagai solusi mengatasi kemacetan lalu lintas dan parkir liar di Kota Semarang, selain itu juga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir umum. Di samping itu, juga akan menghilangkan adanya pungutan liar oleh para juru parkir. Untuk mewujudkan rencana itu, M Khadik menerangkan jika sejumlah persiapan sudah disiapkan termasuk pemenuhan sarana prasarananya.Nantinya, semua ruas jalan di Kota Semarang akan dipasangi rambu parkir berlangganan yang dapat digunakan oleh masyarakat."Sistemnya kami meniru di wilayah Jawa Timur, dimana mereka menerapkan parkir berlangganan t” Ungkapnya. (TIM MP)


Komisi