JAKARTA (MP).Panitia Khusus 5 (lima) DPRD Kabupaten Indramayu melakukan kunjungan konsultasi ke Dirjen Kelembagaan IPTEK dan DIKTI Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Jakarta. Kunjungan konsultasi Pansus 5 dipimpin Wakil Ketua DPRD Kab. Indramayu, H. Kasan Basari, SH didampingi Ketua Pansus 5, Karsiwan, SE dan Wakil Ketua Pansus 5, H. Dalam, SH.KN diterima Kepala Sub Direktorat Penataan Kelembagaan Perguruan Tinggi Sylvia Supartingingsih beserta jajaran di ruang rapat Dirjen Kelembagaan IPTEK dan DIKTI Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Turut hadir Anggota Pansus 5 DPRD Kab. Indramayu serta Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda II) Pemkab Indramayu, Maman Kostaman, SH.

Dalam sambutannya Wakil Ketua DPRD Kab. Indramayu, H. Kasan Basari, SH menyampaikan maksud dan tujuan pihaknya sedang membahas permohonan persetujuan pelepasan aset Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Indramayu oleh Pansus 5 (lima) bersama tim assitensi eksekutif.

“Kami berharap dengan kunjungan konsultasi ke Dirjen Kelembagaan IPTEK dan DIKTI Pansus 5 mendapatkan referensi dan sharing pendapat terkait dengan permohonan persetujuan pelepasan aset Akademi Keperawatan”.ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Sub Direktorat Penataan Kelembagaan Perguruan Tinggi Sylvia Supartingingsih menjelaskan persyaratan penggabungan dengan PTN dibawah Kemenristekdikti diantaranya lokasi PT (Perguruan Tinggi) berada pada Kabupaten/Kota yang sama dengan PTN atau berada pada Kabupaten/Kota yang berbatasan langsung dengan Kabupaten/Kota lokasi PTN dan ada persetujuan atau kesepakatan untuk bergabung antara PTN, Perguruan Tinggi Kesda dan Pemda serta kesanggupan untuk menyerahkan aset ke PTN, lebih lanjut Kasubdit Penataan Kelembagaan PT Sylvia Supartingingsih mengatakan “hanya dosen dan Tenaga Pendidikan dengan status PNS yang dapat bergabung ke PTN serta gaji dan anggaran operasional PT Kesda dialihkan ke PTN”. jelasnya. (Tim.MP)


Komisi