JAWA TENGAH(MP) Anggota DPRD Kabupaten Indramayu melakukan kunjungan kerja di Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Demak dan PDAM Kota Semarang, rombongan yang tergabung dalam Panitia Khusus 6 DPRD Kab. Indramayu dipimpin Wakil Ketua DPRD Indramayu, M. Sholihin, S.Sos.I didampingi Ketua Pansus 6, Abdul Rojak dan Wakil Ketua Pansus 6, Bhisma Panji D, S.Si.Apt, turut hadir Direktur Utama PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu, Tatang Sutardi, Bagian Hukum Pemda Indramayu serta Anggota Pansus 6 DPRD Kabupaten Indramayu.

Dalam sambutannya Wakil Ketua DPRD Kab. Indramayu M. Sholihin, S.Sos.I, menyampaikan maksud dan tujuan ingin sharing serta bertukar informasi dan berdialog mengenai tugas dan fungsi DPRD khususnya seputar perkembangan perusahan daerah air minum yang ada di wilayah Kabupaten Demak dan Kota Semarang provinsi jawa tengah.

Pada kesempatan tersebut Ketua Pansus 6 DPRD Kabupaten Indramayu, Abdul Rojak menanyakan beberapa hal diantaranya mengenai penggalian suumber air, aturan tentang penyertaan modal dan besarannya, kesekretariatan dewan pengawas serta sangsi yang dikenakan untuk pelanggan, perubahan badan hukum PDAM menjadi Perumda dan mengenai kontribusi perumda ke daerah di wilayah Kabupaten Demak dan Kota Semarang.

Menanggapi hal tersebut Direktur Utama Perumda Air Minum Kab. Demak, menjelaskan mengenai kewenangan sumber air baku hanya sebagai pengguna. Untuk pemenuhan air baku dilakukan dengan berkordinasi bersama organ-organ terkait lainnya, diantaranya berkordinasi untuk pembuatan saluran air khusus untuk air baku perumda, pembuatan bendung untuk menanggulangi air payau di kantor cabang yang terdampak dan pembentukan tim kawal air. “untuk penyertaan modal dan besarannya adalah perda dan pencairannya dilakukan dengan SK Bupati, mengenai sekretariat dengan pengawas dilakukan dengan SK dewan dan tentang sanksi yang dikenakan untuk pelanggan yang menunggak pengenaan sanksi ditetapkan dengan SK Direktur, denda sebesar 3000/bulan dan 5000 untuk pembukaan rekening kembali” ujarnya.

Lebih lanjut Direktur Utama Perumda Air Minum Kab. Demak mengatakan besar penyertaan modal daerah ke perumda air minum demak pertahun sebesar 6.000.000.000 / enam miliar rupiah serta kontribusi perumda ke daerah pada tahun 2018 sebesar kurang lebih 1.057.715.000. “Perubahan PDAM Demak menjadi Perumda Air Minum Kabupaten Demak dikukuhkan dengan Surat Keputusan Bupati Demak Nomor 500.137 Tahun 2019 tentang pengukuhan perusahaan daerah air minum (PDAM) Kab. Demak menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Demak” jelasnya.

Sementara itu dilokasi berbeda Pansus 6 DPRD Kabupaten Indramayu juga melakukan kunjungan kerja ke PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, kedatangan rombongan Pansus 6 di sambut Direktur Umum PDAM Tirta Moedal Kota Semarang beserta jajaran.

Drektur Umum PDAM Kota Semarang menjelaskan, mengenai Perumda perubahan bentuk hukum merupakan amanat Undang-undang. Regulasi tentang Perumda PP 122 tahun 2017. “PDAM berkewajiban memberikan air dengan kualitas dan kuantitas yang baik, memberikan informasi yang memadai kepada pelanggan. Perumda mulai merintis perbaikan pipa JDU dan JDB untuk menjaga kualitas dan kuantitas air, informasi diberikan melalui SIPGAN (Sistem Informasi Pelanggan) Perumda, walikota yang mewakili Pemerintah Daerah dalam kekayaan daerah yang dipisahkan pada Perumda Air Minum Tirta Moedal yang selanjutnya disebut KPM adalah perusahaan Umum Daerah yang memegang kekuasaan tertinggi dalam Perusahaan Umum Daerah dan memegang segala kewenangan yang tidak diserahkan kepada Direksi atau Dewan Pengawas” jelasnya. (Tim.MP)


Komisi