INDRAMAYU (MP). Generasi Muda Peduli Desa ( GMPD) Desa Rambatan Kulon dan group kesenian reog trio putra Desa Kebulen Kecamatan Jatibarang Indramayu beraudensi dengan wakil ketua DPRD Indramayu Ruslandi , Kamis (8/8).

Kesenian topeng reog berbeda dengan Reog Ponorogo di Jawa Timur, Reog Indramayu merupakan perpaduan antara seni tari, lawak, lagu, dan cerita yang berisikan hiburan sosial. namun selama ini belum ada perhatian yang serius dari Pemda Indramayu Hal itu disampaikan oleh ketua GMPD Bangkir, Carlam mengeluhkan bahwa tidak heran kalau saat ini keberadaan mereka hampir punah.

“ Kesenian reog Indramayu, kurang dikenal di generasi muda saat ini, pertunjukanya pun sudah mulai jarang ditemui di acara-acara masyarakat. Peminatnya dari tahun ke tahun terus berkurang ”. Jelasnya.

Pada kesempatan itu pula Warjono sebagai ketua group seni reog tiga putra menyampaikan harapan kedepannya agar Pemda bisa mengakomodir segala upayanya untuk melestarikan kesenian topeng reog yang ia bina, karena selama ini dirinya merasa tak pernah ada sentuhan apapun dari pemda, padahal saat groupnya tampil di Kabupaten Sumedang ia mendapatkan penghargaan dari pemerintah setempat di sana.

" Sekarang coba cari grup topeng reog selain di Desa Rambatan Kulon dan Desa Krasak , pasti tidak ada karena kesenian ini nyaris punah. Nah, kami coba membangkitkannya lagi dengan sentuhan kekinian” ungkapnya.

Sebagai jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Indramayu Ruslandi sangat mengapresiasi upaya group trio putra dan GMPD yang masih peduli dengan melestarikan kesenian yang hampir punah, kelompok seni reog ini mengingatkan politisi PDI Perjuangan pada masa kecilnya dulu. Melihat pertunjukan kesenian itu kaya akan unsur budaya leluhur selain hiburan, juga terdapat nilai sosial dan pendidikan budi pekerti yang terkandung di dalamnya.

“ Kami akan mengagendakan rapat dengan Dinas Budpar terkait mekanisme apa yang bisa ditempuh dalam upaya melestarikan kebudayaan topeng reog yang hampir punah, serta kebutuhan anggaran yang bisa dialokasikan guna mewujudkannya " papar Ruslandi.

Kesenian reog dalam penampilannya biasa menggunakan dogdog atau gendang yang ditabuh, serta diiringi oleh gerak tari lucu dan mengemaskan oleh para pemainnya, Biasanya disampaikan pula pesan-pesan sosial dan keagamaan.

Dulu Kesenian ini masih dapat dijumpai pada saat lebaran idul fitri dalam rangka merayakan kemenangan umat Islam sebagai bentuk hiburan jalanan. (Tim Media Parlemen)


Komisi