INDRAMAYU(MP) Puluhan warga mewakili masyarakat Desa Tanjungkerta, Kecamatan Kroya - Indramayu, menggelar demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu.

Dalam aksinya, mereka mempertanyakan tentang perijinan usaha peternakan ayam milik  PT  Manggis seluas 20 Hektar di wilayahnya yang dirasa mengganggu  lingkungan pemukiman warga yang berbatasan langsung dengan kegiatan usaha tersebut. Aksi mereka diterima Wakil Ketua DPRD Indramayu, H.  Sirojudin, SP dan langsung beraudensi di ruang aspirasi DPRD Indramayu

Dikeluhkan Darmi (57), warga Desa Tanjungkerta, jika kandang ayam PT.Manggis berdiri terlalu dekat dengan pemukiman warga, kedepannya, selain baunya menyengat, aktivitas peternakan itu juga mengundang banyak tikus-tikus berdatangan. Kami juga khawatir potensi flu burung yang diakibatkan ayam-ayam yang tak jauh dari rumahnya.

Bukan itu saja, menurut Hadi (26) yang merupakan perwakilan dari unsur kepemudaan Karang Taruna Desa Tanjungkerta, sejak awal, tidak satu pun baik dari pihak Karang Taruna maupun warga sekitar kandang dilibatkan baik dalam rencana, pembebasan lahan hingga pembangunan peternakan ayam yang diduga tidak sesuai prosedur perijinannya. 

"Sampai detik inipun PT.Manggis belum menunjukkan itikad baik untuk bekerja sama atau berdiskusi dengan warga desa bersama Karang Taruna", tandas Hadi, Ketua Karang Taruna Desa Tanjungkerta.

Hadi berharap, kami dari unsur pemuda beserta masyarakat ingin DPRD ikut serta meninjau kembali perijinannya, atau untuk memfasilitasi kami, misalkan dari pihak terkait diundang dan dari pihak kami diundang untuk membicarakan lagi hal- hal yang kiranya masih perlu diselesaikan.

Di akhir audensi, Wakil Ketua DPRD Sirojudin, berjanji akan mengundang pihak- pihak terkait.

"Insya Alllah nanti akan kami undang semua Steakholder terkait kegiatan itu.  Kita duduk bareng bersama, kita akan mengurai seperti apa permasalahannya",  pungkas Sirojudin di ruang kerjanya. TIM MP


Komisi