INDRAMAYU MP - Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu terima permintaan Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), Amirudin. Kamis (01/03/2021). Audiensi ini bertujuan terkait permasalahan-permasalahan mengenai Perangkat Desa khususnya dan Pemerintahan Desa pada umumnya yang tanggapan dan tindak lanjut dari DPRD Kabupaten Indramayu, khususnya Komisi I yang membidangi Pemerintahan Desa.

Ada beberapa hal yang menjadi keluhan para anggota PPDI diantara lain, Perlindungan terhadap pamong desa dalam hal pemberhentian pamong desa secara sepihak oleh kuwu masih dapat dikatakan rendah, padahal apabila melihat peraturan perundang-undangan yang berlaku pemberhentian pamong desa harus melalui proses yang ketat. Kemudian terkait pencairan dana Desa yang masih sering tertunda. Terakhir adalah BPJS para pamong desa yang seringkali bermasalah.

Amirudin selaku Ketua PPDI menganggap bahwa pendidikan bagi para pamong desa masih tidak merata atau timpang sebelah, karena syarat menjadi Kuwu minimal wajib berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sedangkan syarat untuk menjadi pamong desa harus berpendidkan minimal Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kami rasa ini belum adil terkait peraturan yang mengatur syarat pendidikan untuk menjadi pamong desa dan kuwu, kami rasa jika ingin memajukan desa harus ada peningkatan dari syarat pendidikan untuk mejadi seorang Kuwu.” Kata Amirudin

Pimpinan rapat Audiensi, Lyana Listia Dewi, mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti hasil audiensi pada hari ini dan sangat mengapresiasi permohonan audiensi dari PPDI kali ini, karena dari beberapa keluhan memang akan menjadi pertimbangan bagi Komisi 1 sendiri untuk memajukan Desa yang ada di Kabupaten Indramayu.

“Saya dan anggota komisi 1 lainnya sangat mengapresiasi kedatangan kawan-kawan PPDI, dan kami juga sudah mencatat dan akan menindaklanjuti keluhan yang sudah disampaikan oleh para anggota PPDI sekalian, karena keluhan ini memang akan menjadi pertimbangan kami kedepannya, karena kami rasa dari beberapa keluhan tadi memang berpotensi untuk memajukan Desa itu sendiri.” Ucap Lyana. TIM MP


Komisi