JAKARTA MP. Komisi I DPRD Kabupaten Indramayu melakukan konsultasi ke Direktorat Registrasi Pangan Olahan di Jakarta Pusat. Kunjungan kerja yang dipimpin Ketua Komisi I M. Marzuki didampingi Wakil Ketua, Ibnu Rismansyah serta Sekretaris Komisi I DPRD Kab. Indramayu Liyana Listia Dewi, Amp diterima Direktur Registrasi Pangan Olahan, Anisah diruang rapat Direktorat Registrasi Pangan Olahan. Turut hadir pada kesempatan tersebut Anggota Komisi I dan Kabag Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Kab. Indramayu, Teddy Rakhmat Riyadi, SH.

Ketua Komisi I DPRD Kab. Indramayu M. Marzuki menyampaikan maksud dan tujuan Konsultasi Komisi I ke Direktorat Registrasi Pangan Olahan ini terkait dengan ijin edar produk UMKM terhadap peraturan daerah tentang produk unggulan daerah.

Menanggapi hal tersebut Direktur Registrasi Pangan Olahan, Anisah menjelaskan, produk yang termasuk kategori pangan wajib SNI harus didaftarkan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan, persyaratan pendaftaran produk tersebut harus memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) terlebih dahulu. SNI tersebut diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang telah terakreditasi.

“langkah awal yang perlu dipersiapkan adalah wajib SNI namun sebelum mendaftarkan produk agar dipastikan sarana dan prasarana sudah memenuhi kriteria GMP (Good Manufacturing Practices) atau cara pengolahan pangan olahan yang baik diperiksa oleh balai setempat (Balai POM). Sebagai informasi tambahan Kementrian UKM memiliki program untuk membantu proses sertifikasi dan pembiayaannya”. Jelasnya

Pada kesempatan tersebut dijelaskan juga mengenai langkah registrasi produk, persyaratan pangan olahan yang meliputi persyaratan akun perusahan dan persayaratan produk diantaranya pangan olahan resiko rendah dan sangat rendah, pangan olahan resiko sedang dan tinggi dan produk bahan tambahan pangan (BTP). (Tim.MP)


Komisi