BATANG(MP) Komisi I DPRD Kabupaten Indramayu melakukan Kunjungan Kerja ke DPRD Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah. Rombongan DPRD Kab. Indramayu dipimpin oleh Ketua Komisi I, M. Marzuki didampingi Wakil Ketua Komisi I, Ibnu Rismansyah serta anggota Komisi I DPRD Kabupaten Indramayu. Rombongan diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, H. Nur Untung Slamet, SE diruang rapat gedung DPRD kabupaten Batang Jawa tengah. Kamis(28/03/2019).

Pada pertemuan tersebut Ketua Komisi I DPRD Kab. Indramayu M. Marzuki menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja Komisi I ke DPRD Kabupaten Batang ingin mengetahui mengenai pengadaan blangko e ktp serta pengadaan ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Batang.

“administrasi kependudukan merupakan hal yang penting, karena selalu bersentuhan dengan aktivitas kehidupan masyarakat, seperti mengurus surat-surat kendaraan, surat tanah dan sebagai upaya kewaspadaan dalam mencegah aksi terorisme”

Menanggapi hal tersebut Kepala DInas Disdukcapil Kabupaten Batang Abdul Rahman menjelaskan dalam menghadapi pilpres dan pileg tahun 2019 ini , pada tahun 2018 pihaknya mengajukan anggaran untuk pengadaan ribbon dan film untuk mencetak ktp. Namun persoalan yang ada, blangko e ktp yang akan di cetak harus menunggu droping dari pusat. Dari sisi anggaran untuk pengadaan percetakan ktp pihaknya sudah siap.

Untuk pencetakan ktp yang sudah dijadwalkan pusat sudah 100 %. Pihaknya sudah melakukan pencetakan 40.364 sisanya sekitar 32 rbu masih dalam bentuk surat keterangan, sampai saat ini yang belum melakukan perekaman sekitar 100.856 orang terdiri dari pemula 640 orang dan non pemula (diatas 17 tahun) sekitar 1.216.

“Kabupaten Batang telah melaksanakan beberapa kebijakan, diantaranya memenuhi kuota blanko e-KTP sesuai kebutuhan serta melakukan pelayanan jemput bola ke sekolah-sekolah, kami juga membuka pelayanan di beberapa tempat di wilayah batang” ujarnya.

Sementara itu Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Batang menjelaskan mengenai pengadaan ketenagakerjaan ditahun 2019 ini pihaknya bekerjasama dengan salah satu sekolah menengah umum mengadakan kurikulum untuk melakukan pelatihan diantaranya menjahit dan tata boga.

“ kami berharap siswa siswi yang telah lulus sekolah manakala tidak melanjutkan ke perguruan tinggi mereka sudah memiliki keterampilan, kami juga memiliki badan latihan kerja untuk menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas dan siap kerja” jelasnya. (Tim.MP)


Komisi