INDRAMAYU(MP) - Komisi II DPRD kab Indramayu mensosialisasikan RAPERDA dan PERDA diantaranya di kecamatan Sliyeg dan Kecamatan Gantar.

Dengan adanya sosialisasi ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar mengetahui RAPERDA dan PERDA apa saja yang sudah di buat,dan diperjuangkan eksekutif beserta legislatif di gedung DPRD, sehingga masyarakat bisa memahami lebih dalam tentang regulasi yang telah dihasilkan oleh DPRD, Karena sosialisasi tatap muka secara langsung pada masyarakat merupakan media efektif dalam memberikan informasi.

“ Sosialisasi yang langsung menyentuh pada masyarakat, dapat lebih meningkatkan dan menjalin hubungan yang baik, antara masyarakat dan anggota DPRD, termasuk juga dapat memberikan pokok pokok pikiran anggota DPRD pada masyarakat “ seperti yang dikatakan Ketua komisi II Bhisma Pandji Dewantara di Kecamatan Gantar dalam rangka sosialisasi RAPERDA dan PERDA Kabupaten Indramayu, dalam sosialisasi inipun hadir dan turut mengendampingi anggota komisi II H.Azun Mauzun, UU Sukarsih suin, Iis naeni, warli, Muhammad Ali Akbar,S.p , Hj.siti Aminah, H. Ahmad Khudzaifah, S.pd.I , Roni Januari , Tarwidi , Ruyanto

"Ada 14 Raperda yang sudah di bahas badan pembentukan peraturan daerah (bapemperda) kabupaten Indramayu tahun 2017 diantaranya 
1. Pengembangan produk unggulan kabupaten Indramayu 
2. Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini (paud)
3. penyelenggaraan perparkiran 
4 Bantuan hukum bagi masyarakat miskin .
5. Perlindungan dan pemberdayaan petani
seperti yang diungkapkan ketua komisi II Bhisma Panji Dewantara Di hadapan Kuwu, BPD, Tokoh Masyarakat, organisasi kepemudaan dan peserta lainnya.

Peserta sosialisasi mengaku sangat mengapresiasikan atas adanya kegiatan sosialisasi RAPERDA dan PERDA ini karna anggota DPRD kab Indramayu datang langsung untuk mensosialisasikannya.

pada kesempatan inipun masyarakat dan anggota DPRD saling sharing dan Banyak masukan dari masyarakat sehingga dapat catatan yang positif ketika pembahasan raperda nanti .

Pada sosialisasi ini pula dimanfaatkan masyarakat terkait adanya permasalahan-permasalahan yang ada di kecamatan Gantar , diantaranya menurut Hj Kosim Banyaknya calo dan tengkulak gabah yang nakal sehingga petani banyak yang di rugikan dengan harga gabah yang rendah, dan berharap
Segera di buatkan saluran irigasi sehingga petani yang di belakang bisa mendapatkan air sesuai kebutuhan lahannya serta juga perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan

Di tempat yang lain di kecamatan sliyeg peserta sosialisasi mengaku sangat bersyukur anggota Dewan datang langsung untuk mensosialisasikan raperda dan perda tersebut, kesempatan itu digunakan masyarakat untuk mengungkapkan aspirasi mereka. Banyak masukan dari masyarakat yang disampaikan saat pertemuan tersebut, antara lain masalah pertanian, dan infrastruktur jalan.

Sosialisasi Perda dan raperda sangat berdampak positif untuk Anggota DPRD karena selain meningkatkan kinerja Anggota DPRD, sosialisasi Perda juga menjadi tempat silaturahmi antara Anggota DPRD dengan konstituennya.


Komisi