Belum lama ini Komisi B DPRD kabupaten Indramayu mengadakan Rapat Kerja dengan  BPJS Indramayu dan Cirebon serta Rumah Sakit Umum Indramayu untuk membahas dan penjelasan dari mitra kerja Komisi B tersebut yang dipimpin oleh wakil ketua Komisi B Ruyanto dan dihadiri anggota Komisi B Ahmad Fathoni, Azun Mauzun, Darinah, Aminah berkaitan dengan banyaknya keluhan mengenai Pelayanan Rumah Sakit bagi peserta BPJS yang dirasakan masyarakat tidak memuaskan.

Seperti juga yang di alami beberapa anggota DPRD yang ditolak pihak Rumah Sakit di karenakan menggunakan kartu BPJS bahkan ada kesan pelayanan perawatan peserta BPJS punya batas waktu perawatan hanya tiga hari dirumah sakit bahkan peserta BPJS harus menebus obat dengan uang sendiri seperti apa yang diungkapkan anggota Komisi B Dprd Kabupaten Indramayu Azun Mauzun. Pada rapat kerja Komisi B yang disayangkan oleh anggota Komisi B pihak Rumah Sakit tidak hadir saat itu sehingga tidak dapat di klarifikasi.

Sedangkan pihak BPJS menerangkan kepada Komisi B  berkaitan dengan apa yang diutarakan Komisi B mengenai keluhan masyarakat mengenai BPJS bahwa masyarakat peserta di rawat atau dirujuk atas indikasi medis  tidak berdasarkan keinginan peserta sendiri  dan juga tidak atas kemauan dokter rumah sakit semata atau alasan administrative yang merawat tapi berdasarkan medis sudah sembuh pulang atau pulang pada keadaan meninggal  tidak dipaksakan pulang dengan alasan kuota administrative paketnya sudah habis, alasan itu tidak benar dan hal tersebut termasuk dalam  wanprestasi.
Lebih lanjut pihak BPJS menambahkan bahwa waktu 14 hari itu bukan klaim tapi masa aktifasi peserta mandiri peserta ada dua kelompok yaitu peserta PBI dan peserta non PBI  peserta PBI adalah penerima bantuan iuran  yaitu orang yang tidak mampu  dimana iurannya dibayarkan oleh pemerintah non PBI peserta yang mampu membayar iuran ada yang pegawai yaitu perusahaannya yang membayar ada yang mandiri yaitu pesertanya yang bayar sendiri maka di himbauan mendaftar pada saat sehat jangan pada saat sakit peserta bayar iuran empat belas hari setelah pendaftaran. Hingga kini masih ada sekitar 22 ribu orang yang belum membayar iuran selama 6 bulan diindramayu dan menunggak sebesar 5, 3 milyar paling tinggi dibanding daerah lain,  bila belum membayar iuran kepesertaannya tidak hilang tapi tidak aktif bila telah membayar dan melunasi tunggakan maka kepesertaannya akan aktif kembali.