INDRAMAYU (MP) – Komisi III melaksanakan salah satu program kerja dan kegiatan DPRD tahun 2019 sesuai jadwal yang telah ditetapkan Badan Musyawarah DPRD Kab. Indramayu berupa Konsultasi dan Koordinasi.

Konsultasi dan koordinasi perlu dilaksanakankan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja Komisi III DPRD Kab. Indramayu untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat Kabupaten Indramayu.

Di Indramayu saat ini marak penggunaan alat tangkap garok untuk menangkap teripang bola (ondol-ondol) , dimana cara kerja alat tangkap garok yaitu dengan dilempar dan dibentangkan sedalam 16 hingga 20 meter kelaut dan kemudian ditarik dengan kapal,sehingga menyebabkan rusaknya biota laut. Kondisi penangkapan dengan alat ini juga kerap menimbulkan konflik bagi para nelayan. Selain itu juga mengenai pembuatan SIPI yang proses nya lama serta biayanya yang mahal.

Menanggapi hal tersebut, Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu selaku wakil rakyat, langsung merespon. Dan memperjuangkan aspirasi para nelayan berupa konsultasi dan koordinasi ke Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Selasa, 22/01/2019

Konsultasi dipimpin langsung Wakil Pimpinan DPRD Kab. Indramayu H. Khasan Basari dan Ketua Komisi III M. Alam Sukmajaya, S.T., M.T serta anggota Komisi III H. Sirojudin, S.P, H. Kasum, Hj. Kursiah, Dalam SH.KN, Ir H. Didi Mujahiri, Subada,dan Hj. Yayah Juhriyah.

Dalam konsultasi tersebut di terima langsung Kabag Perundang undangan Haryani Nugroho wati , SH.,MH. Yang mengatakan "Pentingnya sosialisasi dan pembinaan bagi para nelayan serta Pemerintah Daerah atau Dinas terkait harus berkoordinasi ke tingkat provinsi Seperti visi dari ibu menteri Susi Pudjiastuti yaitu kedaulatan, kesejahteraan dan berkelanjutan". Pungkasnya.

Sirojudin SP . berharap agar Kementrian Kelautan dan Perikanan RI segera terjun langsung melihat kondisi yang terjadi di lapangan dan mencarikan solusi . Tegasnya.(Egie Prasetyo MP)


Komisi