JAWA TENGAH (MP)-Sektor kelautan dan perikanan memiliki prospek yang cerah untuk dibangun menjadi sentra ekonomi yang tangguh dan strategis karena dapat memicu pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Indramayu. Hal tersebut didasarkan pada jumlah produksi perikanan laut yang melimpah.

Peningkatan hasil produksi perikanan laut tersebut tentu sangat ditentukan oleh  berbagai unsur yang secara langsung terkait dengan hasil produksi, misalnya nelayan, alat tangkap, sumber daya manusia, modal, mutu, penentuan harga, dan sistem pemasaran.

Dunia usaha dewasa ini ditandai dengan makin tajamnya persaingan. Oleh karena itu, peranan pemasaran semakin penting dan merupakan ujung tombak setiap perusahaan. Keberhasilan suatu perusahaan ditentukan oleh keberhasilan pemasarannya. Artinya, setiap perusahan sebelum melakukan kegiatan usahanya terlebih dahulu memikirkan tentang akses pemasaran, karena kalau tidak demikian maka tentu akan mendapat kesulitan ketika hasil produksi akan dipasarkan. 23 Maret 2021

Rombongan Komisi III DPRD kabupaten indramayu Di Pimpin langsung wakil ketua DPRD kabupaten Indramayu Amroni,Sip didampingi Ketua Komisi III DPRD kabupaten Indramayu Ibnu rismansyah, didampingi Wakil ketua Komisi III H. Nico Antonio, dan sekretaris H Ahmad fathani dan Anggota komisi III dprd kabupaten indramayu.

Bertempat Di Ruang Rapat BANGGAR DPRD kabupaten Tegal,  Pimpinan Dan Anggota Komisi III DPRD kabupaten Indramayu di terima Kasubag Humas Dan Protokol DPRD kabupaten Tegal didampingi  langsung kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tegal.

Ketua komisi III DPRD kabupaten Indramayu Ibnu Rismansyah, dalam sambutannya Dengan luas Wilayah pesisir Indramayu Jawa Barat dengan panjang garis pantai lebih kurang 114 km merupakan salah satu daerah pantai utara Jawa Barat yang sangat strategis dan berkembang dalam aktivitasnya, kami ingin mengetahui mencari Referensi dan informasi terkait Pengolahan dan pemasaran hasil ikan tangkap dalam peningkatan Pendapatan Asli. Ucapnya

Menurut kepala dinas perikanan dan kelautan Kabupaten Tegal Masalah secara letak geografis Tegal dan indramayu mungkin Tidak jauh Berbeda,  pemasaran produk perikanan, kalau dilihat dari hukum permintaan dan penawaran, menunjukkan bahwa produksi ikan sedikit atau banyak tidak menunjukan perbedaan yang berarti bagi pendapatan nelayan. Di sisi lain,penerimaan lembaga-lembaga non produsen yang terlibat dalam tataniaga hasil perikanan, meningkat seiring dengan peningkatan hasil tangkapan. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada kelemahan dalam sistem pemasaran, sehingga nelayan tidak menikmati hasil yang diperoleh secara maksimal. Kondisi seperti ini dialami sebagian besar nelayan sehingga kegiatan perikanan tangkap selama ini belum memberikan kotribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan nelayan apalagi sebagai sember pendapatan daerah.

"Berpijak terhadap permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan suatu penelitian tentang bagaimana sistem pemasaran produksi perikanan tangkap yang ada di Kabupaten indramayu dan mencari alternatif strategi pemasaran". Ungkapnya

Di lokasi berbeda, Di DPRD kabupaten Brebes Rombongan Komisi III DPRD kabupaten Indramayu di temui langsung Sekretaris Dewan DPRD kabupaten Brebes, dalam sambutannya Kabupaten Brebes mempunyai potensi perikanan yang cukup potensial meliputi perikanan laut dengan panjang pantai 52 km, perikanan air payau, perikanan daratair tawar dan perikanan umum.

Pengolahan dan pemasaran hasil ikan tangkap dalam peningkatan Pendapatan Asli, Di kabupaten Brebes Tidak jauh Berbeda dengan kabupaten atau kota di daerah lain berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Wakil ketua DPRD kabupaten Indramayu Amroni,SiP berterima kasih karena kami rombongan DPRD kabupaten Indramayu di sudah di terima, apa yang kita diskusikan baik di kabupaten Tegal maupun Di kabupaten Brebes mencadi referensi kami nanti ketika rapat kerja dengan dinas terkait.tegasnya

Di akhir acara wakil ketua DPRD Indramayu, dan pimpinan serta Anggota Komisi III DPRD kabupaten Bertukar cindera mata.TIM MP


Komisi