SEMARANG (MP). Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Komisi IV H. Drs Muhemin yang di dampingi anggota Komisi IV antara lain, Ruswa MpdI, Warim AMD, H Abdul Rohman SE, MM, Wardah, Cuengsih, Taufik Hadi Sutrisno, Turah,Margani di terima di ruang rapat Bappeda Kota Semarang di lantai 7 Balaikota Semarang untuk membahas berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.(28/03/2019)

Kunjungan Kerja ini diterima langsung oleh Kepala Bappeda Kota Semarang Bambang Haryono yang di dampingi Kabag dan Kasubag Bappeda juga bagian Tata Ruang Pemerintah Kota Semarang.

Di terangkan dalam rapat kunjungan kerja tersebut bahwa pembangunan infratruktur Kota Semarang yang produktif dan berkelanjutan disesuai dengan Perda RTRW dan Tata Ruang yang ada. Dengan kerja keras dan komunikasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, Kota Semarang banyak mendapatkan dukungan dan alokasi dana pembangunan yang hasil realnya akan banyak terlihat di 2018 yang running dan selesai di Kota Semarang.

Sementara dalam Awareness, partisipasi masyarakat terus dibangun dan ditumbuhkan dalam pembangunan Kota Semarang sesuai arahan dari Walikota Semarang. Program partisipatif seperti kampung tematik terus ditingkatkan mulai dari 32 titik di 2016, 80 titik di tahun 2017 hingga target 700 sampai dengan 1.000 titik di 2021. Program pemberdayaan masyarakat dengan dana stimulan sebesar 200 juta dimasing-masing titik mampu menggerakkan partisipasi masyarakat sehingga berhasil mengangkat potensi lingkungan sekitar, agar Kota Semarang bukan sebagai jalur perlintasan tapi sebagai destinasi tujuan.

Kepala Bappeda Kota Semarang, Bambang Haryono, mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan akan terjaring masukan terhadap rancangan perubahan RPJMD Kota Semarang 2016-2021. RPJMD yang akan menjadi arah dan pedoman pembangunan Kota Semarang 5 tahun ke depan, harapannya dapat menjawab berbagai permasalahan dan isu strategis yang ada di tengah kompleksitas dan kemajuan masyarakat. Perubahan RPJMD ini juga diharapkan mampu mempertajam akuntabilitas dan target pencapaian visi misi kota Semarang.

Sedangkan di DPRD Kabupaten Kendal (29/03/2019), terungkap bahwa jalan jalan yang ada di Kabupaten Kendal kebanyakan jalan Provinsi dan jalan Nasional yang membuat banyak kendala dalam perawatan dan penanganan pada saat banjir dan rob, untuk mengatasi hal tersebut " Pemerintah Kabupaten Kendal mengandalkan pompa pompa yang ditempatkan pada tempat tempat strategis rawan banjir, sehingga kini masalah banjir dan rob dapat diatasi dengan penempatan dan penggunaan pompa ", seperti yang diterangkan Kepala Bappeda Kabupaten Kendal Agus Sumaryono. (TIM MP)


Komisi