JAWA TIMUR MP- Komisi IV Bidang Infrastruktur (Pembangunan) DPRD Kabupaten Indramayu melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya dan DPRD Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Tengah, kunjungan kerja diikuti Wakil Ketua DPRD Indramayu, Sirojudin, SP beserta Ketua Komisi IV, M. Alam Sukmajaya, ST.MM, Wakil Ketua Komisi IV, Abdul Rojak dan Sekretaris Komisi IV, Iffan Sudiawan. Turut hadir Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Indramayu
 
Dalam sambutannya Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Indramayu M. Alam Sukmajaya, ST.MM mengungkapkan maksud dan tujuan kedatangan Komisi IV DPRD Indramayu ke Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya dalam rangka berilahturahmi serta mencari informasi dan referensi mengenai pengelolaan sampah yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya.
 
“ Kami ingin sharing mengenai pengelolaan sampah karena kota surabaya merupakan salah satu contoh kota yang berhasil mengelola sampah. Indikator sukses dalam hal pengelolaan sampah berupa adanya bank sampah serta rumah kompos, sehingga sampah tidak lagi menjadi barang yang tidak berguna”.
 
Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, Arif Sugiarto menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan sejumlah langkah untuk mengelola sampah diantaranya melakukan penyapuan jalan dan pedestarian, pembersihan saluran, pengangkutan sampah dari TPS ke TPA Benowo, pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah mandiri dan penegakan peraturan perda. Lebih lanjut Arif Sugiarto mengungkapkan langkah dilakukan dengan membangun bank sampah di sejumlah kelurahan, RT dan RW. Kemudian memberikan penjelasan kepada masyarakat untuk memisahkan sampah anorganik dan organik. Hal ini dilakukan agar beban berkurang ke tempat pembuangan sampah (TPS)3 R dan tempat pembuangan akhir (TPA) di Benowo, Surabaya, Jawa Timur. Diperkirakan sampah masuk ke TPA Benowo sekitar 1.100 ton.
 
Pemkot Surabaya juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dengan batasi memakai air mineral botol sekali pakai dan sebaiknya menggunakan tempat air minum atau tumblr. “kami juga memanfaatkan sampah dengan pengolahan sampah organik dengan larva BSF, rumah kompos, PDU/TPS3R, pemanfaatan ban dan sandal bekas, pengolahan sampah pasar dan pemanfaatan sampah botol plastik untuk pelayanan suroboyo bus serta PLTSa mini. Masyarakat dan Pemerintah Kota Surabaya berperan untuk kurangi sampah. Jangan sampai sampah itu jadi beban masyarakat," ujar dia.
 
 
Dilokasi berbeda kedatangan rombongan Komisi IV DPRD Indramayu disambut Kepala Bagian Persidangan DPRD Kabupaten Sidoarjo beserta jajaran dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemkab Sidoarjo di ruang rapat sidang utama gedung DPRD Sidoarjo Provinsi Jawa Timur.
Pada kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, SP menyampaikan maksud dan tujuan Komisi IV DPRD Indramayu ingin sharing dan mencari referensi mengenai penanganan dampak limbah industri khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
 
Menanggapi hal tersebut Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemkab Sidoarjo, ida menjelaskan mengenai ijin pembuangan air limbah diatur dalam Peraturan Bupati Kab. Sidoarjo Nomor 64 tahun 2011, dalam Perbup tersebut di persyaratan bahwa setiap air limbah yang di buang harus memenuhi baku mutu lingkungan jika tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut maka rekomendasi teknis ijin pembuangan air limbah tidak bisa diterbitkan. Mengenai Program Status Kinerja Pengelolaan Lingkungan (SKPL), kinerja perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan dinilai dari beberapa aspek diantaranya dokumen lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara dan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). (Tim.MP)
 

Komisi