KOMISI IV MINTA DIRJEN SDA PERBANYAK PEMBANGUNAN EMBUNG

JAKARTA (MP) - Komisi IV DPRD Kab.Indramayu melakukan kunjungan konsultasi ke Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Jakarta. Kunjungan konsultasi ini diantaranya terkait pembangunan embung-embung dan saluran irigasi guna ketersediaan air yang mengaliri areal pesawahan dan perkebunan milik petani Kabupaten Indramayu. Dikatakan Ketua Komisi IV, M.Alam Sukmajaya,ST., saat ditemui pihak terkait dari Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Jakarta diantaranya yakni Ajat Sudiono, kunjungan konsultasi ini sangat penting mengingat areal pertanian dan perkebunan diwilayah Kabupaten Indramayu setiap tahunnya selalu dilanda kekeringan yang berkepanjangan serta kerap terjadi banjir jika musim hujan. Oleh karenanya, lanjut Alam, jika kelak ada penambahan pembangunan embung-embung dan normalisasi saluran irigasi oleh pihak Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Dirjen SDA-PUPR Jakarta diharapkan para petani Kabupaten Indramayu kedepannya tidak lagi kekurangan air jika musim kemarau serta tidak terjadi banjir disaat musim hujan karena airnya akan tertampung pada embung-embung juga tersalurkan melalui saluran irigasi yang sebelumnya sudah dilakukan normalisasi saluran irigasi.

 

“Dengan berkonsultasi ke Dirjen SDA-Kementerian PUPR Jakarta ini diharapkan akan memperoleh kebijakan baru dari pihak Kementerian terutama kebijakan penambahan pembangunan embung-embung dan normalisasi saluran irigasi untuk pertanian serta perkebunan sehingga kelak tidak ada lagi persoalan tanaman padi kekurangan air juga setidak-tidaknya untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir”. Kata Alam.

Sementara itu pihak Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Dirjen SDA-PUPR yang diantaranya diwakili oleh Ajat Sudiono, mengatakan, sebagai pejabat yang pernah bertugas diwilayah Cirebon atau pada balai besar waduk dan sungai Cimanuk – Cisanggarung mengetahui betul kebutuhan petani yang berada diwilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan atau Ciayu Majakuning. Kebutuhan petani di Ciayu Majakuning itu, lanjut Ajat, adalah pasokan air yang cukup dari waduk Jatigede yang diantaranya disalurkan melalui bendungan rentang ke sungai irigasi dan mengairi areal pesawahan warga disaat musim kemarau. Ajat pun pernah kewalahan menangani pasokan air kesejumlah sungai irigasi dikarenakan para petani saling berebut air sehingga bermunculan pompanisasi liar yang dampaknya petani yang berada dibagian hilir sungai tidak kebagian air. Ajat dan aparat kemanan setempat juga pernah beberapa kali melakukan rajia pompanisasi liar agar para petani yang berada di hilir sungai tidak gagal tanam akibat kekurangan pasokan air.

Sementara itu dengan datangnya rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Indramayu ke Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jakarta dalam rangka berkonsultasi diantaranya tentang penambahan pembangunan embung-embung serta normalisasi saluran irigasi, menurut Ajat Sudiono, sangatlah tepat untuk ditindak lanjuti. Hanya saja bentuk tindak lanjut itu mesti dengan pembuatan proposal permohonan penambahan pembangunan embung-embung dan upaya normalisasi saluran irigasi, ujarnya. (TIM MP)


Komisi