INDRAMAYU MP - Berangkat dari Pertamina TBBM Desa/Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu, masa bergerak menuju DPRD Kabupaten Indramayu melakukan unjuk rasa, setibanya di depan gedung dewan masa langsung menyampaikan orasinya, dimana para Buruh Awak Mobil Tangki(AMT) yang tergabung dalam kelompok buruh Gasbumi, FSB Migas dan KASBI Indramayu menyampaikan aspirasinya berkaitan dengan pihak perusahaan sampai saat ini belum membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR), seperti yang diungkapkan oleh Koordinator lapangan Iin Susanto, Kamis, (25/6/ 2020).


Unjuk rasa tersebut di respon oleh Ketua DPRD Kabupaten Indramayu H. Syaefudin, SH dan Wakil Ketua H Sirojudin, SP serta Kapolres Kabupaten Indramayu untuk berkenan menerima Perkawilan massa sebanyak 10 orang, yang diwakili Ketua Gasbumi FSBMigas Kasbi Indramayu, Hadi perwakilan lainnya yang diterima diruang BAPEMPERDA.


Dalam pertemuan tersebut diungkapkan dasar dari masa yang di wakili KASBI berunjuk rasa ke DPRD Kabupaten Indramayu yaitu seperti yang dijelaskan oleh Hadi bahwa para Buruh AMT (Awak Mobil Tangki) statusnya sudah diperalihkan dari PT. CUA (Ceria Utama Abadi) ke PT. GUN (Garda utama nasional) terhitung 01 Maret 2020, sedangkan permasalahan yang muncul pihak PT. GUN hanya membayar THR ke AMT sebesar Rp. 800.000,- (3/4 dari upah pokok) yang semestinya pemberian THR sebesar upah pokok. PT.GUN berpendapat baru 3 bulan kontrak dengan AMT sedangkan jaring pengaman sesuai dengan undang undang harus 1 tahun / 12 bulan kontrak ini yang menjadi kisruh dan gejolak para buruh.


Setelah melalui diskusi yang panjang Aspirasi buruh ini diterima oleh DPRD Kabupaten Indramayu yang selanjutnya akan dibahas kembali dalam rapat Komisi yang membidangi hal tersebut seperti yang dijelaskan Wakil Ketua DPRD H. Sirojudin, SP karena saat itu pihak PT GUN hanya diwakili oleh karyawan yang tidak dapat mengambil keputusan maka diputuskan pihak DPRD Kabupaten Indramayu akan memanggil pihak yang dapat memberi keputusan dari PT GUN, Pertamina, dan Disnaker . TIM MP


Komisi