INDRAMAYU MP - Keluhan mulai terbatasnya tempat tidur perawatan atau Bed Occupancy Ratio (BOR) Pasien covid-19, serta ditambahnya kenaikan masyarakat yang terapapar masih sangat tinggi di indramayu. Membuat Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah cepat dengan menjadikan komplek Asrama Haji sebagai tempat Isolasi. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu, H. Syaefudin bersama dengan Bupati Nina Agustina dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengecek proses pembangunan dan kelayakan bangunan asrama haji yang nantinya akan dihuni oleh masyarakat yang terpapar Covid-19. Rabu (24/06/2021). Nantinya aka nada dua tempat yang akan dijadikan alternatif kamar isolasi, yakni kompleks asrama haji dan Rumah sakit Permata Medical Center (PMC) guna mendukung peningkatan BOR di Kabupaten Indramayu. Bupati Nina Agustina mengatakan bahwa pemilihan komplek Asrama Haji dan Rumah sakit PMC ini merupakan keputusan yang harus segera diambil melihat kian bertambahnya kasus Positif Covid-19 di Indramayu. “Nantinya aka nada 26 Bed di Rumah sakit PMC, dan 50 Bed di Komplek Wisma Haji’ Jelas Nina. H. Syaefudin mengatakan bahwa Komplek asrama haji ini bisa digunakan sebagai tambahan ruang isolasi bagi pasien Covid-19 dalam waktu dekat. Dan tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Sama seperti harapan bupati, Difungsikannya komplek asrama haji dan RS PMC ini agar bisa dilakukan secepatnya dengan pertimbang di indramayu mulai kekurangan BOR di beberapa Rumah sakit yang menjadi rujukan Pemerintah Daerah untuk penanganan covid-19. Dan tidak bosannya saya beserta Bupati dan unsur Forkopimda Indramayu menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi 5M, demi mengurangi angka penularan.” Kata Syaefudin. TIM MP